Pages

Selasa, 16 Agustus 2016

CAHAYA DI TENGAH KEGELAPAN




Ini dimulai sejak kalian diturunkan ke bumi,dan kalian dititipkan kepada seseorang yang akan membesarkan,menjaga & merawat kalian hingga kalian tumbuh dewasa.Pada saat itu kalian belum mengenal apapun,belum bisa berjalan sendiri dan hanya bisa berbaring & menangis dipelukan beliau,tetapi orang yang akan menjaga dan merawat kalian akan selalu bersabar untuk mendidik dan membesarkan kalian dengan penuh kasih & sayang.Tak kuasa menahan air mata karena mereka sudah menantikan kalian selama 9 bulan 10 hari lamanya,dan kini mereka menangis terharu menyambut kedatangan kalian,mereka mendekap dan menggendong kalian dengan penuh kasih & sayang.Saat kalian terbangun dan menangis ditengah malam.Beliau adalah orang yang merangkul dan menenangkan kalian.Tak akan redup cahayanya walaupun ditengah kegelapan malam.Beliau akan selalu bersinar terang dan akan menyelimuti kalian dengan cahaya di setiap malamnya.
Kini kalian sudah bisa tertawa dan berbicara walaupun tidak sepenuhnya bisa,akan tetapi beliau dengan penuh kesabaranya mengajarkan kalian berbicara,merangkak,dan berdiri hingga bisa berjalan.Beliau tidak penah sedikitpun putus asa untuk mendidik dan membimbing kalian untuk mengenal dunia.


Saat umur kalian sudah 4 tahun,dan kalian akan mulai bersekolah.Dengan tidak sabarnya beliau ingin segera mengantar kalian ke sekolah di hari pertama kalian belajar untuk lebih mengenal dunia ini.TK (Taman Kanak-kanak) adalah tempat pertama yang kalian singgahi untuk mengenal dunia,tempat belajar,tertawa dan begembira penuh suka ria.Dengan senyuman yang begitu indah di setiap harinya karena beliau selalu menemani kalian dan menunggu kedatangan kalian kembali dengan penuh kesabaran dan kebahagiaan.


Ketika usia kalian sudah mencapai 6 tahun dan kalian sudah meninggalkan tempat pertama kalian untuk belajar,kini kalian akan menuju ketempat singgahan yang ke2.Tidak tahu bagaimana cara kalian bisa sampai ketempat ini,tapi berkat usaha dan kerja keras beliau lah kalian bisa ketempat yang indah di hari itu.Beliau adalah orang yang sabar,orang yang tak kenal lelah,orang yang tidak akan menyerah untuk memberi dan  mengasihi kalian.Beliau tidak akan pernah berhenti untuk memberikan kasih & sayangnya untuk kalian,tak akan pernah berhenti menjaga dan merawat kalian.Beliau adalah sosok pahlawan tanpa mengenal lelah.


Hari demi hari sudah dilewati,kini kalian sudah tumbuh besar,sehat,dan kuat.


Bersambung..........

Minggu, 30 Agustus 2015

Harianku Tentang Cinta



Cinta...
Cinta itu apa ?
Ada yang tau,apa tu cinta???


Menurut gue,cinta itu suatu perasaan yang pasti dialami setiap orang...
Banyak orang yang bilang...cinta itu buta!cinta itu gila!dan masih banyak lagi lah...
     Akan tetapi,cinta itu adalah hal yang bisa membuat seorang bahagia...
Cinta bukanlah sesuatu yang tertulis,bukan sesuatu yang dapat dilihat...
Cinta itu seperti angin...tidak dapat dilihat tapi bisa dirasakan dan selalu hadir dimanapun...
    Cinta bukan sesuatu yang harus dimiliki...dan cinta itu bukan hal yang rumit,karena cinta bukan untuk dipelajari...bukan sesuatu yang besar,karena tidak dapt diukur...
    Tapi cinta cukup untuk dimengerti dan dipahami...apa itu cinta!!!

Darimana cinta hadir ?
  Apa tujuan cinta ?
Kemana cinta akan membawa kita ?

- Cinta datang dari tuhanmu yang disalurkan ke hati dan menyebar ke mata,hidung,mulut...
- Cinta tidak bertujuan,hanya berjalan lurus kedepan dan tidak akan berhenti,karena cinta tidak melihat kebelakang...
-Cinta akan membawa kita ke suatu tempat yang terasa sejuk,terang..entah itu hal yang positif/negatif...itulah CINTA....




Salam,
Asrul Agusti

Rabu, 27 Mei 2015

Perintah Islam untuk Menundukkan Pandangan


Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ 
“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )

Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan,”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-


Amalan dan Do'a Mengusir Jin



Berdasarkan kisah di dalam Al-Quran, jin juga telah membuat Nabi Ayyub menjadi sangat menderita di masa lalu dan melalui pembacaaan doa-doa permohonan yang terus -menerus (yang akan kami jelaskan berikut). Nabi Ayyub berhasil menyelamatkan dirinya dari penindasan setan dari kalangan jin yang berlangsung terus-menerus ini.

Ayat Kursi (Al-Baqarah:255) dan Qul A’udzu (Katakan: Aku berlindung, [dalam surat al-Falaq dan an-Nas]) telah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk mengangkat ruh mereka ke tingkat-tingkat kesadaran yang lebih tinggi sehingga mereka dapat dengan mudah melindungi diri mereka dari gangguan Jin.

DOA MOHON PERLINDUNGAN

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ | رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِوَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ | وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ

Rabbi Annii Massaniya as-SYaithoonu binusybin Wa Adaba, Rabbi A’udzu bika min Hamazaati-s-Syayaathiini, Wa A’udzu bika Rabbi an Yakhdurun. Wa khifzhon min kulli Syaithoonin Maarid. (Q.S. Shaad:41; al-Mu’minuun:97-98; Shaffaat:7)

Artinya :
“Sesungguhnya, aku diganggu setan dengan penuh ketidaknyamanan dan penderitaan!(41). Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan-setan(97). Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku(98)…dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang paling durhaka.

Efek jika doa ini diarahkan pada orang-orang yang berada dalam pengaruh kuat jin

Jika Anda membaca doa permohonan ini pada orang-orang yang berada di bawah pengaruh setan , maka akan Anda lihat kemudian jin-jin yang mengontrol mereka tidak punya pilihan lain selain menghindar dan menjauh .

Jika tidak, orang yang terlibat (dikuasai jin) itu akan menjadi basah kuyup oleh derasnya keringat yang bercucuran, merasa tidak nyaman dan sangat menderita dan dia akan kehilangan kekuatan artikulasi (pengucapan). Pada saat dia hendak berbicara, dia malah akan berkomat-kamit menggumamkan kata-kata yang tidak jelas atau tidak ada maknanya sama sekali.

Cara menyembuhkan orang yang kerasukan jin

Jika niatnya adalah untuk memohon perlindungan bagi orang yang kerasukan jin itu dan yang berada di bawah pengaruh kuat jin, maka pembacaan doa permohonan ini yang telah disebutkan dalam al-Quran terhadap yang kerasukan itu dilakukan oleh beberapa orang shaleh yang duduk melingkar di sekelilingnya dan membacanya secara simultan (serentak) sebanyak mungkin kali adalah sangat dianjurkan. Jika mungkin, dianjurkan juga melanjutkan pembacaan doa seperti ini 3 kali setiap hari.

Efek pembacaan doa ini jika diarahkan terhadap diri sendiri

Jika seseorang membaca doa ini untuk kepentingan melindungi diri sendiri, maka setelah mendzikirkannya/membacanya sebanyak puluhan kali bahkan lebih (sebanyak dan semampunya), dia kemudian akan menjadi sangat tegang dan merasakan suhu tubuhnya naik. Selanjutnya, dia merasa sangat mengantuk, dan sebagai akibatnya, dia menghentikan dzikirnya jika tidak kuat menahan godaan.

Atau ada kemungkinan lain, seperti dia akan menampilkan tindakan-tindakan liar dan kasar. Ini karena dia berada dalam pengaruh jin yang mengirim impuls-impuls (rangsangan untuk bertindak) ke otaknya dan menghendaki dia agar berhenti membaca doa sehingga dia akan menghentikan tindakan ini sepenuhnya.

Namun, jika orang ini tetap terus bisa menyadarkan dirinya dan meneruskan doanya, semua pengaruh (jin) ini akan berkurang dan orang itu akan merasa rileks, jadikan amalan rutin hingga gangguan jin itu hilang sama sekali.

ini sekadar salah satu metode ruqyah. Rekan-rekan bisa juga menggunakan teknik dan amalan lain yang juga dicontohkan Rasulullah :) pilihkan amalan walau sedikit yang penting membaca/mengamalkannya secara istiqamah

Sejarah Wong Fei Hung | Wong Fei Hung adalah Muslim, Master Kungfu, Ulama dan Tabib



Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim dan ia adalah ulama yang jaguh kungfu dan juga seorang tabib.

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jaguh Kung fu dalam filem Once Upon A Time in China. Dalam filem itu, watak Wong Fei Hung dimainkan oleh pelakon terkenal Hong Kong, Jet Li.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Perubatan, dan ahli bela diri legenda yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun kerajaan China sering berupaya mengaburkan identiti Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila dibahasa arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu perubatan tradisional, serta ahli bela diri tradisional Tiongkok (wushu / kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu peringkat tertinggi. Ketinggian ilmu bela diri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Harimau Kwantung. Kedudukan Harimau Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih.
Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Kerajaan Ch'in yang rasuah dan penindas. Kerajaan Ch'in ialah Kerajaan yang merobohkan kekuasaan Kerajaan Yuan yang memerintah sebelumnya. Kerajaan Yuan ini dikenali sebagai satu-satunya Kerajaan Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat pertahankan diri sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan handalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembunuhan oleh pemerintahan Kerajaan Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan Kerajaan penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, England, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya menghalau pendudukan Kerajaan Ch'in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan bela diri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan ilmu pertahankan diri semakin sukar ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktikal namun cekap yang dinamakan Jurus Cakar Harimau dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jaguh pelabuhan berbadan tegap dan kejam di Canton.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai ujian. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu kejadian pergaduhan dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia muda. Setelah isteri ketiganya meninggal dunia, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar bela diri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenali sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. .. Aamiin ..

Senin, 18 Mei 2015

KISAH MALAIKAT ZABANIAH MEMBAWA RANTAI DARI NERAKA UNTUK MENYIKSA IBLIS.



Ka’bul Ahbaar berkata: “ Apabila dunia ini telah musnah dan tidak ada lagi orang yang tinggal di dunia ini baik manusia, jin syaitan atau pun binatang, maka inilah saat yang ditentukan oleh Allah S.W.T kepada Iblis laknat. Kemudian Allah S.W.T. berfirman kepada malakul maut: “ Aku telah menjadikan pembantu untukmu sebanyak orang yang ada dari mula hingga yang terakhir, dan aku telah memberimu kekuatan penduduk langit dan bumi dan kini aku pakaikan kepadamu pakaian murka dan marah, oleh itu turunlah kamu dengan membawa marah dan murkaku terhadap si Malaun terkutuk, maka rasakan kepada Iblis kepedihan maut yang dialami oleh orang-orang dari mula hingga yang terakhir terdiri dari Jin dan Manusia dan berlipat kali ganda.

Firman Allah S.W.T. lagi: “ Dan hendaklah kamu membawa 70,000 Malaikat yang kesemuanya penuh dengan sifat murka dan kecemasan dan setiap malaikat Zabaniah membawa rantai dari neraka Ladha dan cabutlah dengan 70,000 cungkilan dari neraka Ladh. Dan perintahkan kepada malaikat Malik supaya membuka semua pintu-pintu neraka.”

Setelah mendapat perintah dari Allah S.W.T. maka malaikat maut pun turun dengan bentuk yang paling menakutkan dan diceritakan andaikata kalau penduduk langit dan dunia melihatnya nescya akan menjadi cair mereka semua disebabkan rupanya yang paling menakutkan itu. Apabila sampai saja malaikat maut pada Iblis laknat lalu malaikat maut membentaknya dengan sekali saja maka jatuh pensanlah si Iblis laknat dengan berdengkur dan sekiranya dengkur si Iblis laknat itu di dengar oleh penduduk di timur hingga ke barat nescaya akan pensan kesemua mereka itu, lalu Malaikat maut membentak lagi: “ Berhentilah kamu Iblis laknat yang jahat  dan kini rasalah kepedihan maut sebagaimana yang dirasai oleh orang yang kau sesatkan dalam beberapa abad yang engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah S.W.T. terhadap kamu, maka ke manakah kamu hendak lari!”

Apabila Iblis laknat mendengar saja apa yang dikatakan oleh malaikat maut kepadanya, maka diapun lari kehujung timur, tetapi malaikat maut telah sedia berada di depannya, lalu larilah Iblis laknat itu menyelam ke dalam laut, tetapi malaikat maut telah sedia berada di depannya, lalu laut melemparkan Iblis laknat itu. Maka larilah Iblis laknat itu mengelilingi bumi, tetapi tidak ada satu tempat pun untuk dia sembunyi, kemudian Iblis laknat itu pun lari mendapatkan kubur Nabi Adam sambil berkata:

“ Disebabkan kamulah aku menjadi malaun.”  Kemudian Iblis laknat bertanya kepada malaikat maut: “ Minuman apakah yang akan kamu berikan kepadaku dan seksa apakah yang akan kamu kenakan tehadap ku?” Malaikat maut berkata :” Kamu akan diberi minuman dari neraka Ladha, seksa yang akan kamu terima serupa dengan seksa ahli neraka dan berlipat kali ganda.”

Mendengar hal yang demikian maka Iblis laknat pun berguling diatas tanah sambil menjerit-jerit sekuat suaranya kemudian dia lari dari barat ke timur dan berbalik sehingga sehingga dia sampai pada tempat yang dia mula-mula turun ke bumi dulu dan disitu dia dihalang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.  Sedang bumi bagaikan api dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bantulan dari neraka Ladha sehingga dia merasakan seksa sakaratul maut, saat itu lalu dipanggil Nabi Adam dan Siti Hawa untuk melihat keadaan Iblis laknat, maka bangkitlah Nabi Adam dan Siti Hawa melihat akan keadaan Iblis terkutuk itu dan sesudah melihatnya maka Nabi Adam dan Siti Hawa pun berdoa: Ya Allah , sesungguhnya engkau telah menyempurnakan nikmatmu pada kami.”
Begitulah serba sedikit cerita-cerita benar yang dapat kami cungkil keluar untuk pengetahuan ramai, walaupun kisah ini terdapat dalam banyak hadis-hadis sahih.


Malaikat Zabaniyah

Mansur Bin Umar berkata : Ada keterangan sampai kepadaku, bahwa Malaikat yang menjaga neraka mempunyai tangan dan kaki yang jumlahnya menurut bilangan ahli neraka. Ia bisa membelenggu dan merantai pada orang yang dikehendaki. Setiap kali Malaikat Malik melihat ke neraka, maka neraka itu semakin ganas memakan penghuninya karena rasa takutnya kepada malaikat Malik. Huruf Basmalah itu ada 19, demikian juga dengan kepala Malaikat Zabaniyah, ia kalau mengambil penduduk neraka dengan menggunakan tangan dan kakinya. Karena Malaikat Zabaniyah dapat mengetahui dengan kakinya, sebagaimana ia mengetahui dengan tangannya. Salah satu dari para Malaikat Zabaniyah bisa mengambil 10.000 orang kafir hanya dengan memakai satu tangan, mengambil 10.000 orang lagi dengan memakai tangan yang lain, 10.000 orang diambil dengan salah satu kakinya, dan 10.000 orang lagi diambil dengan kakinya yang lain. Maka sekali ambil ada 40.000 orang kafir yang langsung dilemparkan ke neraka. Begitulah kekuatan dan kemampuan yang luar biasa dimiliki Malaikat Zabaniyah. Sedangkan yang memimpin seluruh Malaikat Zabaniyah adalah Malaikat Malik. Sebetulnya yang menjaga neraka itu ada 18 Malaikat yang bentuknya seperti malaikat Malik, mereka mengepalai para malaikat yang lain, yang berada dibawah perintah kekuasaannya, jumlah mereka banyak sekali, hanya Allah yang tahu jumlah mereka. Mata Malaikat penjaga neraka itu seperti kilat yang menyambar, gigi mereka putih seperti tanduk sapi, bibir mereka menyentuh telapak kakinya, api selalu menjilat-jilat keluar dari mulutnya. Jarak antara bahu setiap Malaikat sejauh perjalanan satu tahun. Allah tidak menciptakan rasa kasihan dan sikap lemah lembut di hati para Malaikat penjaga neraka, meskipun sebesar semut kecil. Salah satu diantara para malaikat yang menjaga neraka itu menyelam di lautan neraka selama  70 tahun. Panasnya api neraka tidak membahayakan dirinya, Karena Malaikat diciptakan dari Nur (Cahaya) yang bisa mengalahkan api. Oleh karena itu, kami memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari Api Neraka. Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah : “Lemparkanlah mereka kedalam neraka”. Ketika Malaikat Zabaniyah melemparkan orang mukmin ahli maksiat kedalam neraka, maka semuanya berteriak dengan lafadh : La illaha illallah, akhirnya neraka itu mengembalikan mereka. Malaikat Malik lantas bertanya : “Hai api, ambillah mereka yang ahli maksiat ini!” Api neraka berkata : “Bagaimana aku bisa mengambil mereka, sebab mereka mengucapkan La illaha illallah, Malaikat Malik kemudian berkata : “Ambillah mereka berdasarkan perintah Allah“. Akhirnya api neraka mengambil orang mukmin yang ahli maksiat. Ada yang diambil dua lututnya, ada yang diambil pusarnya. Ketika api neraka hendak mendekati wajah mereka, maka Malaikat Malik berkata : “Jangan engkau bakar wajahnya, karena mereka menggunakannya untuk bersujud pada Sang Khalik. jangan engkau bakar hatinya, karena hatinya adalah tempat tauhid, ma’rifat dan iman, mereka juga merasakan kehausan yang lama di bulan Ramadhan. Hati mereka tetap utuh karena kehendak Allah.

Kisah Malaikat Harut dan Marut Yang Diuji Allah SWT




Surah al Baqarah:102

Alam Malaikat adalah yang alam tinggi di alam langit. Para malaikat berkumpul, mereka berbisik sesama mereka dan teringat firman Allah kepada mereka “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi –  al Baqarah:30

Lalu mereka berkata “mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan dan menumpahkan darah, pada hal kami sentiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?

Tuhan berfirman: “sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui (al Baqarah:30)

Allah telah mengajarkan Adam nama-nama benda seluruhnya, menempatkan Adam di dalam syurga, mencipta Hawa sebagai istri kepada Adam dan rakan kongsinya sehinggalah Adam mengingkari perintah Allah dengan memakan buah dari pohon khuldi dan akhirnya Adam di keluarkan dari syurga dan di campak ke dunia.

Bermula kehidupan Adam dan Hawa di dunia. Lahir zuriat Adam di dunia dan akhir berlaku pembunuhan pertama Qabil ke atas Habil. Selepas itu zuriat anak Adam terus berkembang dan bertambah ramai di dunia. Akhirnya dunia penuh dengan dosa dosa keturunan Adam.

Mereka lupa tugas mereka sebagai khalifah Allah di bumi. Mereka membuat berhala lalu mereka menyembah berhala tersebut. Begitulah berlalu kehidupan manusia yang penuh kelalaian, penuh kemaksiatan, mencuri, merampas hak sesama mereka dan membunuh antara satu sama lain dan dunia diselubungi kezaliman.

Kesemua ini dicatit oleh malaikat sehingga buku catitan mereka menjadi gelap hitam gelemat, lalu malaikat pun berkata beginikah keadaan khalifah Allah di bumi? kenapa Allah memilih mereka menjadi khalifah sedangkan mereka mengingkari-Nya?

Lalu Allah berfirman kepada para malaikat “jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku dikalangan manusia”

Malaikat menjawab; wahai Tuhan! Maha Suci Engkau kami sekali kali tidak akan mengingkari Kamu.

Maka Allah berfirman lagi; Pilihlah dua malaikat dari kalangan kamu.

Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah “Dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut” al Baqarah:102 .

.

Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.



Di sana sini terdapat kelompok manusia berpesta mengelilingi wanita cantik yang sedang menyayi dan menari dalam separuh bogel. Ada sebahagian mencuri barang barang orang, kerana mereka lalai dan leka melihat wanita menyayi dan menari.

Kesemua hal keadaan ini dilihat dan didengari oleh Harut dan Marut, setelah Allah SWT menukar mereka menjadi manusia dan mencampak mereka berdua di Babil. Harut dan Marut berada di Bandar Babil, mereka berdua sentiasa memelihara kecantikan dan keputihan malaikat, sesiapa saja akan tertarik dan tergoda dengan kecantikan mereka berdua.

.

Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata; aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya.

Marut menyahut kata kata Harut; aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit.

Harut menjawab; itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah. Lalu Harut mendonggak ke langgit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan.

Tiba tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua.Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.

Mereka terus masuk ke dalam majlis itu, tetapi rasa mulia yang ada dalam diri mereka berdua menjadi penghalang dari mereka meminta makanan dari tuan majlis. Bagaimana mereka menyembunyi bunyi perut yang lapar dari terus berbunyi?

Lalu mereka berdua pergi duduk dekat dengan tuan majlis itu. Mereka melihat orang ramai makan dengan sayu. Orang ramai juga memerhatit Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.

.

Selesai makan, mereka pun memerhati semua orang ramai yang sedang makan, mereka memerhati seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama.

Itulah Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.

Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahawat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan.
Suara iman mengatasi syahawat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT. Mereka memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah itu?

Akhirnya mereka dapat jalan penyelesaian.Hanya itu saja jalan penyelesaian bagi mereka iaitu bersegera meninggalkan majlis . Harut dan Marut sepakat, mereka mestilah segera meninggal majlis dan bertaubat kepada Allah.
Lalu mereka terus melangkah keluar dari majlis, setelah agak jauh meninggal majlis tersebut, perasaan syahawat mereka meronta ronta untuk melihat Zahrah, mereka serentak berpaling untuk kembali kepada Zahrah, tetapi sekali bisikan iman mereka mengatasi bujukan syahawat dan mereka meneruskan perjalanan, lari jauh meninggal majlis itu.

Dalam perjalanan itu Harut dan Marut tidak bercakap terus membisu, sambil itu kedua dua tertanya-tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengingkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.

Harut pun berkata kepada Marut; nafsu manusia buruk dan keji mendorang kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah keji nafsu manusia!

Marut menjawab; mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang! Ya aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang orang durhaka kepada Allah

Harut menjawab; tidak! Tidak! Jangan takut kita mesti berusaha mengalah syahawat dan memaksa nafsu agar mengikut bisikan iman.Kita mesti terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah dan mesti meninggal terus tempat maksiat dan pergi ke tempat jauh dari manusia dan tidak ada maksiat.

Setelah senja matahari pun terbenam mereka masih meneruskan dan berhenti dengan kaki bukit, masih ada lagi cahaya kemerahan di kaki langit, beransur ansur bertukar menjadi gelap, kelipan kelipan cahaya bintang jauh di langit. Harut dan Marut khusyuk menunaikan solat dan bertasbih kepada Allah sambil memohon taubat ke atas dosa yang telah mereka lakukan


Keadaan malam terus gelap gulita, semua makhluk di dunia sedang nyenyak tidur. Manakala Harut dan Marut terus menerus bersolat, tiba tiba mereka terdengar tiupan angin yang mendayu dayu lalu terbit suara yang kuat, seolah olah suara perempuan meraung kehilangan anaknya dan timbul perasaan takut menyelubungi mereka berdua, tambah lagi dengana kedinginan malam yang menggigilkan tubuh badan mereka.
Mereka amat ketakutan dan kesejukan, lalu mengambil keputusan untuk kembali ke bandar untuk menghilangkan rasa kesejukan dan ketakutan.

Setelah sampai di bandar, Harut berkata: dah kembali balik!!! Tanya Marut apa yang kembali balik?

Harut menjawab; rasa kelaparan yang menyakitkan perut ku.

Kata Marut; Kita dah jadi hamba kepada perut, celakalah perut ini yang tidak pernah kenyang!

Harut; kita perlu mencari makanan.

Marut; jika kita dapat makanan dan kenyang, adakah kita tak lapar lagi?Kita mesti bekerja untuk membeli makanan. Kerja apa yang kita boleh buat? Serah urusan kepada Allah, kita akan dapat kerja dan Insya Allah akan memberi rezeki harta cukup kepada kita



Keadaan sianghari Babylon penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, di malam pula pesta minum arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.


Mereka terus berjalan di kota Babil untuk mencari kerja, dan terpandang orang ramai berpusu pusu pergi ke istana yang besar dan mewah, Harut dan Marut mengikut orang ramai pergi ke istana itu. Mereka pun masuk ke dalam istana dan sampai ke dewan yang penuh berbagai makanan dan buah buahan yang lazat.

Di hujung meja hidangan duduk seorang lelaki dengan pakaian yang mewah dan cantik, tetapi itu tidak mempesonakan Harut dan Marut, mereka lebih tertarik kepada hidangan makanan dan buah buahan yang lazat dan enak kerana itu saja dapat menghilangkan kelaparan.

Lalu tuan istana menyuruh mereka duduk dan makan, ketika mereka berdua sedang asyik makan dengan penuh nikmat, tuan istana memerhati mereka berdua dan ia meminta khadamnya supaya menuang arak dan persilakan mereka minum arak lalu Harut dan Marut menolaknya dengan baik.

Tuan Istana amat terkejut kerana masih terdapat dikalangan penduduk Babylon yang tidak minum arak.Setelah itu barulah Harut dan Marut tahu bahawa lelaki itu adalah seorang raja yang sedang dikelilingi oleh menteri menteri dan pembesar pembesarnya.

Raja itu bertitah, semua menteri dan pembesar diam dan mendengar titah raja tersebut. Titah raja berkisar tentang pertikaian tanah antaranya dengan salah seorang pembesarnya. Raja mahukan tanah tersebut dengan cara yang salah. Tidak seorang pun daripada hadirin yang berani menjatuhkan hukuman.
Raja tidak peduli kepada menteri menterinya, lalu raja berpaling kepada Harut dan Marut dan bertitah; Aku nak dengar dua orang tetamu ini yang menyelesaikan isu ini.


Semua perhatian menteri dan pembesar raja tertumpu ke arah Harut dan Marut, mereka semua menjangka bahawa Harut dan Marut menyebelahi raja. Tidak pernah terlintas pada pemikiran hadirin bahawa kedua dua tetamu adalah dari malaikat, malaikat hanya mengetahui keadilan.

.

Harut dan Marut telah memutuskan hukuman berdasarkan keadilan dan mengembali hak kepada empunya. Mereka bukan sekadar menjatuhkan hukuman, bahkan mereka mengatakan raja yang bersalah dan zalim kerana merampas hak orang lain.

Semua menteri dan pembesar terdiam dan menanti keputusan raja; raja pun bertitah dengan suara yang lantang; beta melantik kamu berdua menjadi hakim di negeri Babylon. Para menteri dan pembesar bertepuk tangan kerana raja tidak murka dan menjatuhkan hukuman mati sebaliknya melantik mereka menjadi hakim.
Begitulah akhirnya Harut dan Marut mendapat kerja di Babylon setelah mereka menyerah urusan kerja kepada Allah.

.

Harut dan Marut di beri rumah yang berdekatan dengan istana raja. Tidak ada lagi ketakutan, kesejukan, kelaparan, dahaga, dan tidak perlu meminta minta makanan dari orang lain.
Mereka amat bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kerja dan rezeki dengan menunaikan solat, bertabih memuji kebesaran Allah dan menyucikan. Tetapi ada sesuatu yang amat merisaukan, iaitu hati mereka tidak lagi pernah sekhusyuk dan sebersih seperti sebelum ini.

Inilah kehidupan manusia yang lemah, yang mereka hina ketika berada di alam malaikat. Kemudian datang tamu baru dalam kehidupan mereka, yang tidak pernah dirasai sebelum. Rasa letih, mengatuk dan berat mata sehingga tidak dapat buka.

Harut segera membuka matanya dan berkata; mati!!! Wahai Marut! Kita akan matiii!

Marut menyahut;Kenapa wahai sahabatku?
 

Jawab Harut ; aku letiiih! mata rasa amat berat hingga tak mampu bukaa!
 

Marut menjawab; aku pun rasa sama seperti kamu! Matiilah kita!
 

Kata Harut lagi; aku rasa kita tak mati lagi, tetapi benda lain..?
 

mereka menguap aaah! Aaah! Aaah! Dan bercakap dengan suara terputus putus dan akhirnya langsung tidak dengar lagi suara. Tenanglah penafasan mereka, tidurlah Harut dan Marut dengan nyenyak buat pertama kali, kerana sebelum ini mereka malaikat. Malaikat memang tidak tidur.

Bila Harut dan Marut terjaga dari tidur, matahari sudah terbit dan angin pagi bertiup sepoi sepoi bahasa bermulalah hari baru, dan itulah sinaran cahaya matahari pagi yang pertama mereka rasai. Harut dan Marut merasai betapa nikmat dan segarnya tidur dari keletihan. Uuh! Uuh!uuh! segarnya tidur!

Marut berkata; Wahai sahabatku! aku rasa seolah-olah baru diciptakan.

.

Dengan kesegaran itu Harut dan Marut dapat memulakan kerja sejak awal pagi. Orang ramai mula datang berjumpa Harut dan Marut, dan meminta penyelesaian kes kes dan pertikaian yang berlaku diantara mereka. Harut dan Marut telah menyelesaikan kes kes dan pertikaian dengan adil dan saksama.
Orang pun puas hati dengan pengadilan Harut dan Marut. Nama mereka mula dikenali dan semakin mendapat tempat dan akhirnya mereka menjadi hakim yang terkenal dan dihormati di seluruh Babil.


Setiap kali mereka selesai urusan dengan orang ramai, Harut dan Marut tidak lupa menunaikan solat, memuji kebesaran Allah dan menyucikan sentiasa bersyukur kepadaNya.Tidak menjadi halangan kepada Harut dan Marut, sekali kali raja menjemput mereka makan bersama tetapi dengan syarat tidak adan minuman arak.

Masa terus berlalu dengan pantas. Harut dan Marut terus menyelesaikan segala permasalahan orang ramai dengan adil dan saksama. Mereka tidak pernah walau pun sekali melanggar perintah Allah dalam menyelesaikan kes kes orang ramai.

Suatu hari dalam kesibukan mereka menyelesaikan kes orang ramai, tanpa diduga mereka didatang dengan kes baru, kes itu melibat seorang wanita. Apabila wanita duduk di depan Harut dan Marut, mata mereka berdua terpegun wajahnya cantik, jelita dan senyum ceria… Lalu mereka teringat ha! ha! ha! Ya Zahrah.

Jantung mereka berdegup degup dan darah panas mengalir keseluruh badan, mereka berdua berasa hairan apa yang berlaku dalam hati mereka, rasa takut! rasa cinta! rasa benci ! berangan angan! Sungguh ajaib hati manusia. Aaah! Alangkah agungnya ciptaan Allah!


Manakala Zahrah sedang menceritakan kes berlaku ke atasnya…Harut dan Marut sedang berada di awan awangan…berkhayal sambil asyik memandang Zahrah ..tanpa mendengar apa yang diceritakan oleh Zahrah…tiba tiba bisikan iman cuba menghalang mereka dari asyik memerhati Zahrah, mereka cuba memaling pandangan ke arah lain.. tetapi tak mampu kerana ada tolakan syahawat yang lebih kuat untuk melihat Zahrah dengan nafsu, seolah olah bara api membara dalam hati mereka berdua. Sehingakan mereka tidak sedar yang Zahrah telah selesai menceritakan kesnya.

Wahai Tuan Hakim; itulah cerita kes saya dan saya mengharapkan tuan hakim berdua dapat memberi keputusan dengan seadilnya. Harut dan Marut tersedar dari awan awangan, lalu Harut segera menjawab; wahai saudari ! kes kamu memerlukan kajian, kamu datanglah besok.

Marut mencelah; ya saudariku! Benar seperti yang dikatakan oleh Harut , besok saja kamu datang. Zahrah memerhati Harut dan Marut, lalu mereka berdua berdiri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zahrah. Setelah Zahrah pergi dan hilang dari pandangan, Harut dan Marut menyesal dengan tindakan mereka.

Dengan penuh kesal Harut berkata; aaah! Kenapa aku tangguh keputusannya sehingga esok hari ! kenapa aku jadi begini! Wahai sahabatku! Aku takut..masuk neraka disebabkan oleh wanita ini!Cepat kita segera bertaubat kepada Allah SWT.

Keesokannya Zahrah segera pergi ke majlis Hakim, menunggu gilirannya untuk berjumpa dengan Hakim. Pada malam itu Harut dan Marut tidak dapat kerehatan yang cukup, tidur mereka berdua terganggu dengan kes Zahrah…Mereka berazam apabila Zahrah datang, mereka tidak akan memandang wajahnya.
Tiba giliran Zahrah, dengan senyuman yang manis Zahrah masuk berjumpa Harut dan Marut. Senyuman manis membuatkan Harut terlupa azamnya untuk tidak memandang wajah Zahrah.

Begitu juga Marut terlupa taubat untuk mengulangi dosa yang sama,bila Zahrah masuk untuk mendapatkan keputusan kesnya. Setelah lama berbual dengan Zahrah, tanpa disedari mereka pun menjatuhkan hukuman yang tidak adil kepada Zahrah. Selepas hukuman ke atasnya diputuskan , dia pun bangun dan bergegas keluar, mereka berdua serentak bertanya; saudari hendak ke mana?

Zahrah menyahut ; saya nak pergi sembah matahari dekat berhala, marilah ikut saya.

Harut dan Marut menjawab bersama; apa kami nak buat?

Jawab Zahrah; kamu berdua bersembahyang dengan saya.

Mereka jawab; kami sekali kali tidak sembah selain dari Allah.

Tetapi Zahrah tak peduli dan terus pergi. Bila Zahrah dah hilang dari pandangan mereka, masing masing menyalah diri sendiri kenapalah mereka bersikap demikian dan teringat janji dan azam yang mereka untuk tidak mengulangi dosa yang sama bila berjumpa dengan Zahrah.

Lalu Harut berkata; Wahai sahabatku! sesungguhnya rahmat Allah amat luas, segeralah kita bertaubat kepada Allah SWT.

Pada malam tersebut Harut dan Marut tertidur sehingga ke pagi tanpa solat, istighfar dan bertaubat kepada Allah. Bila Hari siang, mereka berdua pergi ke rumah Zahrah dan tidak pergi ke majlis Hakim.
Setelah sampai di rumah Zahrah, mereka terus mengetuk pintu dengan senyuman manis dia membuka pintu dan mempelawa mereka masuk, dan dipelawa duduk di ruang tamu.

Zahrah terus ke dapur mengambil minuman untuk kedua dua tamunya. Zahrah menyediakan minuman arak dan menjemput Harut dan Marut minum. Harut dan Marut tidak minum arak yang dihidang Zahrah. Zahrah merajuk dan marah , bila melihat mereka tidak minum hidangannya.

Harut dan Marut memujuk : Janganlah marah! Marilah kita berdamai.

“Saya boleh berdamai dan tak marah dengan syarat kamu berdua minum hidangan saya,” jawab Zahrah.

Oleh kerana tidak mahu mengecilkan hati Zahrah mereka berdua pun minum arak.


Mereka pun mabuk, tiba tba ada seorang tetamu datang Zahrah, tetamu nampak Harut dan Marut di dalam rumah Zahrah, Harut dan Marut menjadi gelisah, terlintas dalam benak mereka berdua; Habis! Habis! Habislah! Kami jika tamu ini mendedah rahsia kami.

Tanpa disedari dan pengaruh arak , mereka berdua bangun mencekik tamu sehingga mati, kasihan! Apakah dosa tamu itu, melainkan dia nampak mereka berdua di rumah Zahrah.

Setelah habis kesan pengaruh arak, mereka pun sedar apa yang telah mereka lakukan dan rasa amat menyesal, amat sedih sehingga mereka berdua berusaha untuk terbang ke langit tetapi tidak mampu kerana dosa yang mereka lakukan terlalu besar dan berat.
Kemudian Harut dan Marut terdengar seruan dari langit; kamu berdua pilih samada kamu di azab di dunia atau di akhirat?!
 
Harut dan Marut memilih azab di dunia, lalu mereka berdua terus diazab sehingga Hari Kiamat.

 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design